Minggu, 29 November 2015

Model Pembelajaran Snowball Throwing

Pengertian Model Pembelajaran Snowball Throwing.
Snowball Throwing adalah salah satu model pembelajaran kooperatif. Model pembelajaran ini dapat digunakan untuk memberikan konsep pemahaman materi yang sulit kepada siswa. Metode Snowball Throwing juga untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan dan kemampuan siswa dalam menguasai materi tersebut.

Pada model pembelajaran Snowball Throwing siswa dibentuk menjadi beberapa kelompok. Dipilih ketua kelompok yang akan mewakili untuk menerima tugas dari guru. Masing-masing siswa membuat pertanyaan yang dibentuk seperti bola (kertas pertanyaan) lalu dilempar ke siswa lain kemudian siswa menjawab pertanyaan dari bola yang didapatkan.

Snowball Throwing melatih siswa untuk lebih tanggap menerima pesan dari orang lain, dan menyampaikan pesan tersebut kepada temannya dalam satu kelompok. Lemparan pertanyaan menggunakan kertas berisi pertanyaan yang diremas menjadi sebuah bola kertas kemudian dilemparkan kepada siswa lain. Siswa yang menerima bola kertas lalu membuka dan menjawab pertanyaannya.



Langkah-langkah Model Pembelajaran Snowball Throwing.
1.    Guru menyampaikan materi yang akan disajikan.
2.   Guru membentuk kelompok-kelompok dan memanggil masing-masing ketua kelompok untuk memberikan penjelasan tentang materi.
3.   Masing-masing ketua kelompok kembali ke kelompoknya masing-masing kemudian menjelaskan materi yang disampaikan oleh guru kepada temannya.
4.   Kemudian masing-masing siswa diberikan satu lembar kertas kerja untuk menuliskan satu pertanyaan apa saja yang menyangkut materi yang sudah dijelaskan oleh ketua kelompok.
5.   Kemudian kertas tersebut dibuat seperti bola dan dilempar dari satu siswa ke siswa yang lain selama + 15 menit.
6.   Setelah siswa dapat satu bola diberikan kesempatan kepada siswa untuk menjawab pertanyaan yang tertulis dalam kertas berbentuk bola tersebut secara bergantian.
7.   Evaluasi.
8.   Penutup.

Kelebihan Model Pembelajaran Snowball Throwing.
Kelebihan pembelajaran dengan metode Snowball Throwing sebagai berikut:
a)     Melatih kesiapan siswa dalam merumuskan pertanyaan dengan bersumber pada materi yang diajarkan serta saling memberikan pengetahuan.
b)     Siswa lebih memahami dan mengerti secara mendalam tentang materi pelajaran yang dipelajari. Hal ini disebabkan karena siswa mendapat penjelasan dari teman sebaya yang secara khusus disiapkan oleh guru serta mengerahkan penglihatan, pendengaran, menulis dan berbicara mengenai materi yang didiskusikan dalam kelompok.
c)      Dapat membangkitkan keberanian siswa dalam mengemukakan pertanyaan kepada teman lain maupun guru.
d)     Melatih siswa menjawab pertanyaan yang diajukan oleh temannya dengan baik.
e)     Merangsang siswa mengemukakan pertanyaan sesuai dengan topik yang sedang dibicarakan dalam pelajaran tersebut.
f)      Dapat mengurangi rasa takut siswa dalam bertanya kepada teman maupun guru.
g)     Siswa akan lebih mengerti makna kerjasama dalam menemukan pemecahan suatu masalah.
h)     Siswa akan memahami makna tanggung jawab.
i)      Siswa akan lebih bisa menerima keragaman atau heterogenitas suku, sosial, budaya, bakat dan intelegensia.
j)      Siswa akan terus termotivasi untuk meningkatkan kemampuannya.
Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa penerapan metode Snowball Throwing dalam mata pelajaaran PKn diharapkan mampu meningkatkan hasil belajar siswa karena siswa dituntut untuk berkompetisi baik fisik maupun mental sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan sehingga pembelajaran PKn di kelas lebih menyenangkan.

Kelemahan Model Pembelajaran Snowball Throwing.
Disamping terdapat kelebihan tentu saja metode Snowball Throwing juga mempunyai kekurangan. Kelemahan dari metode ini adalah:
·      Sangat  bergantung  pada kemampuan siswa  dalam memahami materi sehingga apa yang dikuasai siswa hanya sedikit. Hal ini dapat dilihat dari soal yang dibuat siswa biasanya hanya seputar materi yang sudah dijelaskan atau seperti contoh soal yang telah diberikan.
·      Ketua kelompok yang  tidak  mampu  menjelaskan  dengan  baik  tentu menjadi  penghambat bagi anggota lain untuk  memahami  materi sehingga diperlukan waktu yang  tidak  sedikit  untuk siswa mendiskusikan materi pelajaran.
·      Tidak ada kuis individu maupun penghargaan kelompok sehingga siswa saat berkelompok kurang  termotivasi untuk bekerja sama. tapi tdk menutup kemungkinan bagi guru untuk menambahkan pemberiaan kuis individu dan penghargaan kelompok.
·      Memerlukan waktu yang panjang.
·      Murid yang nakal cenderung untuk berbuat onar.
·      Kelas sering kali gaduh karena kelompok dibuat oleh murid.

Tetapi kelemahan dalam penggunaan metode ini dapat tertutupi dengan cara :
·      Guru menerangkan terlebih dahulu materi yang akan didemontrasikan secara singkat dan jelas disertai dengan aplikasinya.
·      Mengoptimalisasi waktu dengan cara memberi batasan dalam pembuatan kelompok dan pembuatan pertanyaan.
·      Guru ikut serta dalam pembuatan kelompok sehingga kegaduhan bisa diatasi.
·      Memisahkan group anak yang dianggap sering dianggap sering membuat gaduh dalam kelompok yang berbeda.
·      Tapi tidak  menutup  kemungkinan  bagi  guru  untuk  menambahkan pemberiaan kuis individu dan penghargaan kelompok


Tidak ada komentar:

Posting Komentar